Penampilan Awal Mamalia Darat
Hadrocodium, yang fosilnya datang dari seputar 195 juta tahun lalu, pada saat Jurassic awal, memberi bukti jelas pertama mengenai sendi rahang yang dibuat hanya oleh tulang squamosal serta dentary; tidak ada ruangan di rahang untuk artikular, tulang yang terjebak dalam rahang semua sinapsid awal.
Fosil Thrinaxodon di Museum Nasional Riwayat Alam
Bukti jelas paling dahulu mengenai rambut atau bulu ialah fosil Castorocauda serta Megaconus, dari 164 juta tahun lalu di tengah Jurassic. Pada 1950-an, dianjurkan jika foramina (trek) di maxillae serta premaxillae (tulang di muka rahang atas) cynodont ialah aliran yang menyuplai pembuluh darah serta saraf ke vibrissae (kumis) serta begitupun bukti rambut atau bulu, selekasnya diperlihatkan, jika foramina tidak selamanya memperlihatkan jika seekor binatang mempunyai vibrissae, sebab kadal kekinian Tupinambis mempunyai foramina yang hampir sama yang diketemukan dalam cynodont Thynaxont nonmamalia. Tetapi, beberapa sumber terkenal terus menyangkutkan kumis dengan Thrinaxodon. Studi mengenai koprolit Permian memperlihatkan jika synapsid non-mamalia jaman sudah mempunyai bulu, mengendalikan evolusi rambut kemungkinan sejauh dicynodonts.
Saat endotermia pertama-tama ada dalam evolusi mamalia tidak tentu, walau pada umumnya disetujui untuk pertama-tama berevolusi dalam therapsids non-mamalia. Monotremes kekinian mempunyai temperatur badan yang semakin rendah serta tingkat metabolisme yang semakin beragam dibanding marsupial serta plasenta, tapi ada bukti jika beberapa leluhur mereka, kemungkinan termasuk juga leluhur beberapa orang therian, kemungkinan mempunyai temperatur badan seperti beberapa orang kekinian disana. Demikian pula, beberapa therian kekinian seperti afrotheres serta xenarthrans sudah meningkatkan temperatur badan yang semakin rendah.
Evolusi tungkai tegak pada mamalia tidak komplet — monotremes yang hidup serta fosil mempunyai anggota yang luas. Bentuk anggota tubuh wajahagital (tidak menarik) ada diakhir zaman Jurassic atau Cretaceous awal; diketemukan di Eomaia eutherian serta caralia Sinodelphys, kedua-duanya berumur 125 juta tahun lalu. Tulang epipubik, satu feature yang benar-benar memengaruhi reproduksi sejumlah besar mamalia, pertama-tama diketemukan di Tritylodontidae, yang memperlihatkan jika itu ialah sinapsomorf di antara mereka serta mamalia. Mereka berada di mana-mana pada mamalia non-plasenta, walau Megazostrodon serta Erythrotherium nampaknya tidak memiliki.
Sudah dianjurkan jika peranan asli laktasi (produksi susu) untuk jaga telur masih lembab. Sejumlah besar alasan dilandaskan pada monotremes, mamalia bertelur
